Eksotisme Patekkong

Kampung Patekkong (Harianto Umar)
Enrekang - Patekkong adalah sebuah kampung kecil yang terletak di perbatasan kab.Enrekang dan kab.Tator yang mungkin masih asing ditelinga orang-orang yang belum pernah menginjakkan kakinya di kampung ini. Patekkong bisa dikatakan termasuk perkampungan terpencil karena merupakan ujung dari kab.Enrekang. dan merupakan kampung terakhir yang menghubungkan enrekang dan tator di kec.Masalle.

Lingkungan di perkampungan ini sungguh masih asri dan alami. Pegunungan menjulang tinggi yang mengelilinginya seakan senantiasa melindungi perkampungan ini, pepohonan yang rindang masih sangat mudah kita jumpai dan indahnya pegunungan yang akan senantiasan memanjakan mata kita. 

Kampung Patekkong (Harianto Umar)

Awan pagi yang menyelimuti perkampungan ini setiap pagi senantiasa mencuci seisi perkampungan dan memberi kesegaran bagi seluruh penghuni perkampungan.Saya yang kebetulan putera asli dari kampung ini merasa sangat bangga dengan bisa lahir,besar, dan bisa berdiri diatas punggungnya hingga sanggup untuk bisa meniggalkannya dan berjanji akan kembali untuk membangun,memberi yang terbaik dan untuk bisa membuatnya bangga. 

Kampung Patekkong (Harianto Umar)
Saya bangga dengan perkampunan ini bukan hanya karena alamnya yang indah dan nyaman. Tetapi, faktor penting yang sangat saya juga banggakan dari kampung ini karena masyarakatnya sangatlah ramah, damai dan yang paling saya salut sama mereka adalah karena mereka sangat-sangatlah tekun dalam bekerja. Aktivitas utama masyarakat di perkampungan ini sebagai petani meski demikian, saya sangat salut dengan semangat mereka yang tidak pernah mengeluh dan mereka senantiasa bersemangat untuk berangkat ke kebun mereka, bagi mereka bekerja di kebun itu adalah hiburan yang tiada lagi bandingannya, maka dari itu sebagian besar waktu mereka habisakan di kebun mereka. 

Dan Jika suatu saat anda berkunjung keperkampungan ini anda jangan heran jika jam delapan pagi pandangan anda sudah sulit untuk menemukan orang-orang yang masih santai di rumah mereka. Di jam-jam seperti itu kampung ini seakan sudah menjadi kota mati yang sangat sulit untuk mencari seorang pun. Tapi jika anda jalan-jalan ke sekeliling kampung maka anda akan menemukan segerombolan orang yang sedang mencangkul di kebun dan disawah.



Harianto Umar