Breaking News

Keju Massenrempulu

Bila sedang menyantap roti, selai rasa apa yang paling kamu sukai? Bila suka manis, maka ada pilihan rasa seperti coklat, kacang, atau susu yang menjadi favorit.  Tapi, bila suka asin atau gurih  pastinya memilih keju. Semua rasa selai di atas, biasanya dengan mudah kita dapatkan di pasar ataupun supermarket . Namun, taukah kamu, ada keju yang dibuat secara tradisional oleh masyarakat di Kabupaten Enrekang, bumi Massenrempulu.

Keju tradisional  ini bernama dangke . Dangke merupakan makanan tradisional berupa keju yang terdapat di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Keju dangke  yang unik dan terkenal dengan rasanya yang enak ini, terbuat dari susu kerbau atau susu sapi. Namun dalam pengembangannya, keju dangke lebih banyak menggunakan bahan baku dari susu sapi karena kandungan lemaknya lebih rendah bila dibandingkan dengan susu kerbau.

Keju dangke merupakan makanan tradisional yang telah dikenal sejak awal tahun 1900-an. Selain sangat digemari oleh masyarakat di Kabupaten Enrekang, keju dangke kini telah menjadi makanan yang cukup populer. Penggemarnya bukan hanya dari Enrekang saja, melainkan dari Makassar, Kalimantan, Papua, Jakarta, hingga Malaysia.

Makanan yang telah menjadi trademark Kabupaten Enrekang ini, sangat pas untuk disajikan sebagai lauk atau diolah lagi

Proses pembuatan keju dangke yang khas, menjadi variasi makanan lain seperti dangke bakar dan dangke goreng. Pengolahan dangke sendiri dimulai dari merebus campuran susu sapi, garam dan getah pepaya atau sari buah pepaya muda. Hasil dari rebusan itu kemudian disaring dan dipisahkan dengan air, lalu dicetak menggunakan tempurung kelapa. Getah pepaya memiliki kandungan enzim-enzim protease yaitu papain dan kimopapain yang berfungsi sebagai pengurai protein.

Keju d angke  sekilas mirip dengan tahu, berwarna putih serta teksturnya kenyal dan empuk. Walaupun secara fisik keju dangke mirip dengan tahu, rasa dangke cenderung gurih seperti keju. Makanan ini terbuat dari susu sapi yang difermentasikan menggunakan bahan alami (tanpa bahan pengawet). Oleh sebab itu, keju dangke memiliki kandungan protein betakaroten yang cukup tinggi, serta aman untuk dikonsumsi.

Selain dipanggang dan digoreng, ternyata keju dangke  juga dapat diolah menjadi sate, nugget, bahkan menjadi kerupuk. Uniknya, makanan tradisional yang nikmat dan khas ini hanya dapat ditemui di Kabupaten Enrekang saja. Untuk dapat mencicipinya keju dangke sangatlah mudah ditemui, karena hampir semua restoran atau kafe di Enrekang menyajikan keju dangke sebagai salah satu menu pilihannya. Jika sedang berkunjung ke Sulawesi Selatan, tidak ada salahnya merasakan nikmatnya keju tradisional khas Kabupaten Enrekang ini.



Sumber: Kidnesia